Mzm 19:8-15 Diubah oleh Firman yang sempurna [6 Sep 2015]

Penggalian Teks

Mazmur 19 mulai dengan langit dan cakrawala yang menceritakan kemuliaan Allah secara terus-menerus (2–5a). Kemudian, matahari diangkat sebagai contoh, dengan peringatan bahwa “tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya” (7b). Kemudian, Taurat Tuhan dipuji (8–11), dan pemazmur merenungkan tanggapannya terhadap Taurat itu (12–15). Dari susunan mazmur ini, mungkin pemazmur mau menyejajarkan ciptaan dan Taurat Tuhan sebagai penyataan kemuliaan Allah, dan matahari sebagai kiasan untuk mengatakan bahwa tidak ada yang terlindung dari sorotan Taurat. Kata “Taurat” (tora) berarti pengarahan dan pengajaran. Taurat di sini merujuk pertama-tama kepada hukum yang disampaikan kepada Musa, tetapi hal itu disampaikan dalam konteks kisah Kejadian sampai Ulangan yang di dalamnya Allah berkarya. Kemudian, hukum itu dilengkapi dengan hikmat (kitab Amsal dsb), dan kisah itu dilanjutkan dalam kitab-kitab sejarah. Nabi-nabi menafsir baik hukumnya maupun kisahnya untuk zaman mereka. Jadi, Taurat tidak perl dibatasi pada satu bagian Alkitab saja. Namun, fokusnya adalah kelima kitab Musa, sebagai dasar untuk PL.

Aa.8–10 menyebut enam aspek dari Taurat dengan sifat dan manfaatnya masing-masing. Secara umum, Taurat Tuhan itu sempurna, tidak ada yang kurang di dalamnya, dan membuat nafsu atau daya hidup pulih kembali (8a). Bagaimana caranya dilihat dalam ketiga baris berikutnya (8b–9). Ketiga istilah “peraturan”, “titah”, dan “perintah” itu kurang lebih sama artinya, dan berpengaruh pada tiga aspek jiwa manusia: pengertian, hati, dan semangat. Orang yang tak berpengalaman menemukan dasar yang teguh dalam Taurat untuk mendapatkan hikmat (8b). Setiap kali ada pernyataan Taurat yang membawa hikmat karena tepat, hati orang itu bersukacita (9a). Dalam kondisi tertekan, perintah Tuhan yang tidak dicemari oleh penindasan seperti perintah manusia itu membuat mata bersemangat kembali (bdk. Ezr 9:8; 1 Sam 14:29).

Respons terhadap sifat-sifat ini adalah “takut akan Tuhan”. Repons itu dianggap suci oleh Tuhan, sehingga orang yang jiwanya disegarkan itu akan bertahan terus dalam tantangan hidup (10a). Akhirnya, Taurat dilihat sebagai hukum, yaitu keputusan-keputusan Allah sebagai hakim. Hal-hal itu termasuk peristiwa-peristiwa yang di dalamnya Allah berkarya. Semua keputusan itu sesuai dengan kenyataan (“benar” = Ibrani ’emet, Inggris “truth”) sehingga membawa keadilan (10b). Jadi, Taurat menyegarkan setiap orang, dan juga memperbaiki masyarakat yang di dalamnya orang takut akan Tuhan. Makanya, pemazmur menganggap Taurat itu lebih berharga daripada emas, dan lebih nikmat daripada madu.

Kemudian, dia mau supaya Taurat itu bersinar atas hidupnya (12–14). Peringatan Taurat membantu dia berpegang pada Taurat, sehingga dia tidak kehilangan upah yang besar (12). Upah itu termasuk penyegaran jiwa dan keadilan tadi. Kemudian, ada dua kendala untuk mendapat upah itu yang daripadanya dia memohon kebebasan. Kata “bebas” (Ibrani nqh) dalam a.13 dan a.14 berarti bebas dari hukuman atau akibat. Dalam a.13, kendala itu adalah kesesatan yang tidak disadari. Secara harfiah, “apa yang tidak kusadari” adalah “hal-hal yang tersembunyi”, menggunakan akar kata yang sama dengan “terlindung” dalam a.7 (Ibrani str). Taurat diajak berfungsi seperti matahari, membuat jelas hal-hal yang tersembunyi, supaya dia bebas daripadanya. Dalam a.14, kendala adalah orang-orang yang kurang ajar, yang mau mendorong untuk melanggar perintah Tuhan. “Menguasai” bisa merujuk pada pemaksaan, tetapi juga pada pengaruh yang menyesatkan. Dengan tidak dikuasai, pemazmur akan mampu bebas dari pelanggaran besar. Menarik bahwa “tak bercela” tidak berarti tanpa dosa sama sekali, karena mungkin saja ada yang kesesatan yang belum disadari, tetapi tanpa pelanggaran yang muncul karena mengikuti kelompok yang melawan Tuhan.

Renungan yang tertuang dalam mazmur ini dipersembahkan kepada Tuhan (15). Pemazmur sadar bahwa dia tidak berdaya untuk menghayati Taurat seperti sudah dia tulis dalam renungan ini. Tetapi, dia mengandalkan Tuhan sebagai gunung batu, sebagai landasan untuk kakinya yang kukuh karena Tuhan adalah Pencipta yang kemuliaan-Nya dilihat di langit. Dia juga yakin bahwa Tuhan telah menebusnya dari kuasa kesesatan dan orang-orang yang kurang ajar.

Maksud bagi Pembaca

Kita diajak untuk percaya pada keunggulan firman Allah sehingga kita mempercayakan diri kepadanya dan membiarkan dirinya diubah olehnya, bebas dari kesesatan di dalam dan dari luar.

Makna

Saya melihat dua bagian besar. Yang pertama ialah keunggulan Taurat (8–11). Kerinduan akan Taurat menjadi gejala bahwa kita mulai menangkap keunggulan itu (11). Yang kedua ialah respons kita (12–15). Orang yang menangkap keunggulan Taurat mau dibebaskan dari kesesatan di dalam (13), dan pengaruh yang buruk dari luar (14). Semua itu terjadi dalam bingkai kepercayaan kepada Allah sebagai Pencipta (a.15, aa.2–7).

Popularitas tokoh seperti Mario Teguh menunjukkan bahwa banyak orang haus akan pengarahan dalam hidupnya. Jiwa kita membutuhkan perintah yang teguh dan murni, dan petunjuk-petunjuk tentang apa yang akan membawa keadilan dengan sesama. Banyak hikmat manusia baik-baik saja dan searah dengan ajaran Alkitab, tetapi hanya firman Allah yang sempurna, teguh, tepat, dan murni, sehingga manfaatnya untuk menyegarkan dan membebaskan kita terjamin. Lebih lagi bagi kita, karena Kristus telah datang membawa tafsiran Taurat yang lebih agung lagi, dan membawa kisah PL ke dalam puncak yang di luar dugaan, yakni dengan kematian dan kebangkitan-Nya. Namun, tidak semua orang menganggap firman itu lebih berharga daripada emas.

Salah satu alasan untuk hal itu ialah karena mereka tergolong orang yang kurang ajar. Artinya bahwa selalu akan ada yang melawan Allah. Pada umumnya, mereka menolak pengarahan dari sumber apa saja, kecuali ilmu-ilmu gaib atau jahat yang bisa melayani kehausan mereka akan uang atau kuasa.

Tetapi bisa juga orang belum mengenal Alkitab, bukan hanya dari segi pengetahun tetapi juga dari segi pemahaman bahwa sungguh ada cara hidup yang luar biasa yang dipaparkan di dalamnya. Mazmur ini mau memberitahu mereka akan hal itu, tetapi tidak ada jalan lain kecual mereka mencoba sendiri, misalnya dengan usaha untuk membaca seluruh Alkitab atau cara-cara yang lain untuk lebih mengenalnya. Tentu, usul itu akan lebih meyakinkan jika mereka dapat melihat di dalam diri pelayan seseorang yang sedang diubah oleh firman, dan sedang kuat di hadapan orang-orang yang kurang ajar.

Pos ini dipublikasikan di Mazmur dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s