Mzm 1:1-6 Teguh dan berbuah karena Firman [13 Sep 2015]

Penggalian Teks

Mazmur ini memulai kitab Mazmur. Aslinya sebuah mazmur ialah untuk dipakai dalam ibadah di Bait Allah, tetapi dengan dibukukan, mazmur-mazmur itu bisa juga menjadi bahan perenungan. Ucapan manusia menjadi firman Allah. Jadi, mazmur ini mengarahkan kita yang akan membaca dan memakai kitab Mazmur. Dengan demikian, Taurat dalam a.2 menjadi lebih luas dari kelima kitab Musa saja. Kata tora (Taurat) berarti pengarahan, dan kitab Mazmur termasuk di dalamnya.

Alur mazmur ini menarik. A.1 mulai dengan seseorang yang berbahagia, tetapi yang diuraikan adalah tiga kelompok pembanding: orang fasik, orang berdosa, dan pencemooh. Yang berbahagia itu tunggal, tetapi kata-kata “fasik”, “berdosa”, dan “pencemooh” itu jamak. Yang berbahagia itu melawan tiga tingkat pengaruh dunia: ajakan, contoh, dan ancaman. Tersirat dalam a.1 bahwa orang yang berbahagia itu menurut nasihat yang lain, berdiri di jalan yang lain, dan mengikuti kumpulan yang lain. A.2 mengandaikan saja hal-hal itu, dan mengemukakan sumber dari kemampuan orang yang berbahagia itu untuk tidak terseret ke dalam dosa: Taurat Tuhan menjadi kesukaannya dan bahan perenungannya. Firman Allah memampukan kita untuk melawan arus.

Hal itu dilihat dalam kondisi orangnya. Dia seperti pohon yang akarnya selalu mendapatkan air (3). Orang fasik, meskipun banyak, malahan seperti sekam (4). Biar ada angin sedikit, mereka terbawa ke mana saja; biar ada badai atau musim kemarau, orang yang berbahagia itu tetap teguh dan berhasil. Jadi, biar orang fasik kelihatan banyak, di mata Tuhan mereka seperti tumpuan sekam: besar tetapi hampa. Kondisi ini terkait dengan sifat masing-masing: perenungan firman Allah membangun diri yang teguh; dosa dan cemooh membuat keropos diri-diri orang yang berbuat demikian. Taurat yang menjadi air sungai.

Angin yang meniup itu termasuk penghakiman (5). Penghakiman pertama-tama merujuk pada pengadilan di desa. Kata eda (“perkumpulan”) diterjemahkan “rapat jemaah” dalam Yos 20:9, terdiri dari tua-tua masyarakat. Diandaikan bahwa perkumpulan ini terdiri atas orang-orang benar, yang tidak akan membiarkan atau memberi tempat dalam keputusan masyarakat bagi orang-orang fasik itu. Tetapi di balik pengadilan manusia, ada Tuhan yang menghakimi (6). Tuhan mengakui jalan orang benar, biar pengadilan manusia tidak. Sebaliknya, kelompok orang fasik akan dibiarkan hancur sesuai dengan kekeroposan mereka.

Jadi, struktur seluruh mazmur berdasarkan perbandingan. Jika kita mengikuti subyek kalimat: aa.1–3 berbicara tentang seseorang yang berbahagia dan teguh (bentuknya tunggal); aa.4–5 tentang orang fasik yang rentan (4–5); dan a.6 tentang Tuhan yang mengetahui jalannya masing-masing. Kita bisa juga mengikuti tema: aa.1–2 memperbandingkan sifat orang-orang berdosa dengan penggemar Taurat; aa.3–4 kondisinya masing-masing; dan aa.5–6 nasib mereka ketika hidup mereka diuji, termasuk oleh sesama tetapi lebih oleh Tuhan. Adalah penting untuk melihat bahwa Tuhan mengenal sesuatu yang riil, yaitu kondisi masing-masing. Penghakiman mengungkapkan karakter orang sebagai hasil dari pilihan hidup, sebagai pencemooh atau pendengar firman Tuhan.

Maksud bagi Pembaca

Firman dari Tuhan yang memperhatikan jalan semua manusia itu adalah sumber menjadi oknum yang teguh dan berbuah, tahan uji tidak seperti orang fasik.

Makna

Adalah mungkin membaca mazmur ini dan mengartikan Alkitab sebagai jimat: jika dibaca secara teratur maka hidup akan baik. A.1 mengklarifikasi bahwa Alkitab adalah cara membangun hidup di hadapan Allah sehingga kita melawan berbagai arus manusia. Sama seperti seorang anak lebih peduli apakah orangtuanya mengenal apa yang dia lakukan daripada orang lain, kita hidup supaya jalan kita berkenan di hadapan Allah. Bukan “Apa kata orang?” melainkan “Apa firman Tuhan?” Tentu hal itu tidak berarti berpisah total dari orang fasik; Yesus justru bergaul dengan orang berdosa. Hanya, Yesus membawa firman kepada mereka, bukan mengikuti nasihat mereka.

Berkaitan dengan itu, anugerah Allah bukan soal sekam (diri yang keropos, yang tidak bermartabat) disimpan di tempat yang aman supaya tidak ditiupkan angin. Sebaliknya, anugerah adalah cara sekam itu bisa ditanam untuk menjadi pohon yang kuat dan berbuah dengan buah Roh. Memang, keputusan Allah pada penghakiman terakhir tentang semua orang yang berada di dalam Kristus telah disampaikan dalam kebangkitan Kristus, yaitu “tidak bersalah”, diterima ke dalam dunia baru. Itulah maksud ajaran Paulus bahwa kita dibenarkan di dalam Kristus. Oleh karena itu, kita bertumbuh bukan dalam ketakutan, karena keselamatan tidak bergantung pada sejauh mana pohon itu berhasil menjadi seteguh dan seberbuah Kristus. Itulah pentingnya mengakui Yesus sebagai Kristus (Mrk 8:27–30). Namun, maksud dari Injil tidak bergeser dari maksud mazmur ini: orang benar menjadi seperti pohon, menjadi manusia yang pendiriannya dibentuk oleh firman Allah.

Mzm 1:5 mungkin bisa dilihat ketika ada orang yang tidak mau berjemaat karena tersinggung oleh firman Tuhan. Ketidaknyamanan orang dalam perkumpulan orang benar adalah pertanda ketidaknyamanan mereka dalam penghakiman di akhir zaman. Tentu, jemaat-jemaat kita (termasuk pelayannya!) tidak selalu bertindak benar. Tetapi, ketika keluhan seseorang menyangkut prinsip yang benar, tidak usah tawar hati.

Apanya yang diperbuat oleh orang berbahagia yang selalu berhasil? Dalam kitab Mazmur, kita menemukan orang-orang yang setia kepada Allah yang sakit dan tertekan, seringkali karena orang fasik sementara berjaya. Itulah yang dialami Yesus, dan dalam 2 Tim 3:10–13 kita menemukan bahwa penganiayaan adalah bagian dari kehidupan orang percaya. Jadi, hasilnya adalah bertahan dalam iman (14), dan tetap bertumbuh dalam perbuatan baik (17). Firman Allahlah yang memperlengkapi kita untuk berbuah bahkan dalam badai dan musim kemarau (15–17).

Pos ini dipublikasikan di Mazmur dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s