Lukas 13:1-9 “Bertobatlah Sebelum Binasa” [28 Feb 2016]

Penggalian Teks

Perikop ini terjadi di tengah perjalanan Yesus ke Yerusalem, sebagai langkah sebelum Dia diangkat ke surga (9:51). Dalam perjalanan itu, Dia mau memanggil Israel kepada pertobatan, yaitu, ke jalan yang baru. Hal itu menuntut komitmen yang penuh (9:57–62) akan misi (10:1–24) dan kasih (10:25–37) Yesus yang ditopang oleh mendengarkan Yesus (10:38–42) dan berdoa (11:1–13). Hal-hal ini dituntut dari angkatan yang tidak percaya dan sesat (ingat 9:41). Hanya orang kecil yang kepadanya Allah menyatakannya yang akan menangkap pemberitaan Yesus. Para pemimpin moral Israel melihat Iblis di balik Yesus (11:14–36) sementara mereka menindas sesama (11:37–54). Oleh karena itu, murid-murid Yesus harus mengandalkan Allah dalam perlawanan terhadap angkatan ini (12:1–12). Bahkan keluarga sendiri bisa menjadi musuh (12:49–53).

Kepercayaan itu termasuk pemahaman tentang akhir atau tujuan kehidupan manusia: kekayaan tidak dibawa oleh orang mati (12:13–21); Allah memelihara orang yang mencari Kerajaan Allah (12:22–34); dan Tuhan akan datang kembali (12:35–48). Akhir itu ditandai oleh pilihan yang ada di depan Israel pada saat itu: semestinya orang Israel dapat melihat dari tanda-tanda zaman, dan siap berdamai (12:54–59). Lawan dalam 12:58 kemungkinan merujuk pada kekaisaran Romawi (dengan Allah sebagai “pemerintah”): daripada membenci musuh dan memberontak, Israel semestinya mendoakannya (6:27–36).

Perikop kita melanjutkan diskusi itu. Ada dua peristiwa naas yang disebutkan Yesus, satu yang baru terjadi (a.1; ingat belum ada Facebook pada zaman itu, jadi berita disampaikan secara lisan), satu yang sudah menjadi pengetahuan umum (4a). Peristiwa pertama menyangkut sekelompok orang Galilea yang dibantai di pelataran Bait Allah sewaktu mereka telah membawa persembahan. Mereka disangka “pendosa” (hamartoloi) kemungkinan karena mereka menunjukkan (atau dianggap menunjukkan) pemberontakan terhadap para penguasa di Yerusalem sehingga langsung ditindak Pilatus (2). Yesus tidak menyangkal kalau mereka adalah pendosa, tetapi Dia menegaskan bahwa angkatan yang sesat yang Dia hadapi tidak berbeda (3). Tinggal waktu (kurang lebih 40 tahun) dan mereka akan mengalami nasib yang sama (penduduk Yerusalem dibantai oleh tentara Romawi) oleh karena mereka tidak siap berdamai dengan musuh. Peristiwa kedua merupakan kecelakaan, dan kedelapanbelas korbannya disangka “pengutang” (ofeiletai), yaitu kena sanksi dari Allah karena berbuat salah (4). Tetapi nasib yang sama menunggu semua penduduk Yerusalem 40 tahun kemudian, ketika Yerusalem dirubuhkan oleh tentara Romawi (5). Dengan demikian, Yesus menjadikan kedua peristiwa itu sebuah ancang-ancang akan hukuman mendatang itu.

Kemudian, Yesus mengibaratkan keadaan Israel sebagai pohon ara yang sudah terlambat berbuah. Pemilik kebun siap menebangnya karena tidak berguna, tetapi pengurus kebun anggur menawarkan untuk berusaha satu tahun lagi. Kurang lebih, Allah adalah pemilik kebun, Yesus pengurusnya, dan pelayanan Yesus untuk membawa Israel kepada pertobatan adalah usaha terakhir supaya Israel berbuah. Saya bilang “kurang lebih” karena percakapan antara pemilik dan pengurus kebun bisa saja ditafsir seakan-akan Yesus tidak sepandangan dengan Allah. Yang disampaikan dalam percakapan itu adalah kedua segi dari pertimbangan Allah, Bapa dan Anak: hukuman dibutuhkan, tetapi jalan keluar tetap mau ditawarkan. Daripada menghakimi sesama yang dilanda musibah, orang Israel semestinya melihat musibah itu sebagai peringatan untuk mereka sendiri bertobat. Pertobatan itu berarti mengikuti Yesus. Mengikuti Yesus berarti hidup dalam kasih bahkan kepada musuh, yaitu dengan kasih seperti yang akan diperlihatkan di salib.

Tetang Apa dan Untuk Apa?

Perikop ini bercerita tentang hukuman Allah yang ditunda supaya manusia bisa bertobat. Bertobat berarti menerima pemberitaan Yesus yang memampukan kita untuk berbuah. Jadi, kita diajak untuk bertobat. Mungkin juga kita diajak untuk berperan sama seperti Yesus dalam mempersiapkan umat Allah menerima Injil supaya berbuah.

Makna

Yesus di sini berbicara soal waktu. Dalam Yes 53:6 dikatakan, “Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui”. Ketika hukuman terjadi, sudah terlambat mencari Tuhan, antara lain karena yang dicari bukan Tuhan tetapi pelepasan dari musibah. Hal itu jelas untuk hukuman pada akhir zaman, tetapi juga berlaku untuk hukuman terhadap kelompok-kelompok seperti Israel dan jemaat. Jemaat yang membangun gedung yang mewah dari uang orang fasik sudah mengambil jalan yang sulit ditinggalkan. Ketika penyelewengan uang dan perpecahan meruntuhkan jemaat sebagai persekutuan, jemaat itu sudah lewat kesempatan untuk bertobat. Secara individu, orang yang mengatakan, “nanti saja saya bertobat” biasanya tidak bisa bertobat bahkan ketika menghadapi ajal hidupnya.

Bacaan dari Yes 55:1–9 juga menjelaskan pertobatan yang sejati. Pertobatan itu mulai dengan merindukan keselamatan Allah sebagai hal yang akan memuaskan jiwa. Dengan keinginan mulai berubah demikian, orang akan ingin meninggalkan jalan fasiknya (55:7). Soal nafsu yang salah muncul juga dalam 1 Kor 10:6–8, khususnya pemberhalaan dan percabulan. Nafsu-nafsu inilah yang menuntun kita keluar dari jalan keselamatan. Makanya, bagian Injil Lukas tentang perjalanan ke Yerusalem tadi dimulai dengan tantangan untuk mengingini Yesus di atas segalanya. Hal itu adalah dasar dari pertobatan. Cara hidup yang diajarkan memberi wujud nyata dari pertobatan itu.

Dalam kepercayaan lama, musibah dilihat sebagai akibat pelanggaran. Yesus menerima bahwa dosa ada akibatnya, tetapi pemahaman-Nya berbeda dalam dua hal. Yang pertama, musibah itu pertanda akan musibah yang lebih dahsyat (misalnya, hukuman atas Yerusalem, hukuman kekal), dan musibah itu peringatan bagi semua orang yang melihatnya, bukan hanya bagi yang langsung menjadi korban.

Pos ini dipublikasikan di Lukas dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s