Kis 16:19-34 “Bergembira karena Kristus yang menyelamatkan” [8 Mei 2016]

Penggalian Teks

Kis 16:11–40 menceritakan awal pelayanan Paulus dkk di Makedonia, suatu langkah yang baru. Filipi adalah kota pertama mereka memberitakan Injil di wilayah itu, dan Tuhan membuka hati orang sehingga mulai ada jemaat (16:14). Pembukaan hati itu dilakukan oleh Tuhan, artinya, Yesus Kristus sebagai kurios yang sebenarnya. Selain bahwa Dia berkuasa atas hati manusia, 16:16–18 menunjukkan bagaimana Dia berkuasa atas dunia roh-roh untuk membebaskan manusia yang terbelenggu. Dalam kasus ini, dunia roh itu bekerja sama dengan Mamon, sehingga Paulus dan Silas diperhadapkan dengan penguasa politik (16:19). Adalah jelas bagi penganut Mamon itu bahwa berita Paulus tentang Kristus mengancam kepentingan Mamon itu. Namun, karena Filipi adalah kota perantauan orang Roma (16:12; Yunani: kolonia), mereka mengangkat soal adat istiadat yang asing (16:20–21). Jadi, mereka mengelabui kepentingan Mamon itu dengan mengatasnamakan adat. Taktik itu berhasil meraih baik orang banyak maupun pembesar kota, sehingga Paulus dan Silas didera dan dilemparkan ke dalam penjara (22–23a). Kelihatannya Mamon menang dengan memperdayakan rakyat dan negara. Namun, negara masih khawatir: Paulus dan Silas diamankan dengan sangat, seakan-akan mereka adalah pemberontak yang hebat (23b–24).

Tugas Paulus dan Silas adalah memberitakan Injil, dan ternyata penjara tidak mampu membelenggu semangat itu: mereka bersaksi kepada orang hukuman lain dengan doa dan pujian (25). Kemudian, Allah menunjukkan kuasa-Nya dengan gempa bumi (26). Meskipun dibebaskan demikian, Paulus memilih untuk mengasihi musuh (yang tiba-tiba dalam kondisi gawat karena gagal dalam tugasnya) dengan tidak melarikan diri (27–28). Tindakan itu membuka hati kepala penjara untuk sadar bahwa ada Kuasa selain negara dan dewa-dewinya, dan bertanya bagaimana dia bisa selamat berhadapan dengan Kuasa itu (30). Paulus menjawab dengan memberitakan Injil, yaitu firman tentang Yesus sebagai kurios, supaya dia sekeluarga dapat percaya kepada Yesus itu (31). Walaupun Lukas tidak menyampaikan isi pemberitaan Paulus (32), khotbah-khotbah sebelumnya (p. 2, 7, 13) menunjukkan bahwa Paulus akan menjelaskan bagaimana Yesus dibangkitkan oleh Allah untuk menjadi kurios, dan bagaimana Allah menawarkan pengampunan kepada semua yang menentang Tuhan Yesus itu tetapi sekarang mempercayakan diri kepada-Nya. Tentu, tanpa bercerita tentang Yesus, nama “Yesus” tinggal label saja. Tidak ada iman tanpa firman.

Dalam penceritaan Lukas, Paulus bisa saja dilihat sebagai cermin dari kondisi hati kepala penjara: pada awalnya dibelenggu, tetapi kemudian keluar dari belenggu sehingga terbuka untuk mendengarkan kebenaran. Dalam a.33 kesejajaran itu berlanjut: kepala penjara memulihkan badan mereka dengan air, dan mereka memulihkan jiwanya dengan air baptisan. Kemudian, bersama-sama mereka merayakan keselamatan Allah dengan gembira dengan makan bersama (34). Yesus telah memperdayakan Mamon untuk menyelematkan keluarga ini. Kemudian, Paulus menggunakan haknya sebagai warganegara Roma untuk menyadarkan para pembesar kota bahwa mereka telah tergiur untuk bertindak semena-mena (16:35–40). Bagi Lukas, kuasa negara sah tetapi rentan; lawan sebenarnya terhadap kerajaan Kristus ialah Mamon dan dunia gaib.

Tentang Apa dan Untuk Apa?

Yesus adalah Tuhan yang membawa kebaikan dari penganiayaan dan menawarkan pengampunan kepada para lawan. Oleh karena itu, kita bergembira karena percaya, bernyanyi dan bersaksi dalam kesusahan.

Makna

Mazmur 97 memuji Allah sebagai Raja yang mendatangkan keadilan dalam dunia yang kacau, termasuk melepaskan orang benar dari tangan orang fasik (97:10). Israel diciptakan untuk menjadi gambar dari Kerajaan Allah itu, tetapi gambar itu rusak karena dosa. Tetapi Yesuslah yang dibangkitkan sebagai manusia yang sejati dan benar untuk menjadi Tuhan (kurios) dan Kristus (Raja). Dalam dunia baru, Dia akan menjadi Tuhan dan Raja dalam kota yang berkuasa atas kerajaan-kerajaan (Why 21:22–27); harapan itu adalah motivasi untuk tetap setia sekarang (22:12–17). Tetapi untuk sementara, Yesus adalah Raja dengan cara mengutus saksi-saksi-Nya untuk membawa berita keselamatan yang membebaskan orang dari belenggu kegelapan dan ketidakpercayaan. Seperti dalam Injil-Injil, kuasa-Nya dilihat bukan dalam birokrasi dan militer yang taat kepada-Nya, melainkan dalam otoritas-Nya atas kehidupan manusia dan berbagai kuasa yang merusaknya.

Toraja termasuk tempat di mana adat istiadat dengan mudah diperdayakan oleh kepentingan-kepentingan yang sebenarnya menyembah Mamon; judi adalah contoh aktualnya sekarang. Ketika ada orang yang melawan kepentingan itu, dia diserang sebagai orang yang melawan kebersamaan. Dari satu segi, tuduhan itu benar. Orang yang pertama-tama setia kepada Kristus jelas tidak dapat dipercaya untuk menutupi dan membenarkan dosa bersama, serta menyatakan belenggu dosa sebagai suatu kebebasan.

Nyanyian dan doa Paulus dan Silas menunjukkan betapa mereka sudah bebas dari imingan “apa kata orang”, termasuk seruan yang semu tentang adat istiadat. Mereka tidak merasa malu di penjara; sebaliknya mereka melihat diri sebagai hamba Tuhan yang telah mengalahkan belenggu maut. Kebebasan yang berasal dari Injil itulah dasar untuk membawa perubahan. Seruan terhadap penyakit sosial tertentu yang muncul dari ketakutan terhadap kekacauan atau dari kepentingan yang terancam oleh penyakit itu tidak akan membawa keselamatan atau pemulihan, karena merupakan persaingan kuasa duniawi. Paulus dan Silas yang sudah bebas sebagai hamba Yesus menjadi alat untuk pembebasan orang lain oleh kuasa surgawi Yesus.

Nyanyian dan kegembiraan menjadi gejala akan kebebasan itu. Sebagai tuan, baik adat dan Mamon menuntut banyak tetapi menawarkan kebahagiaan yang sementara saja, termasuk karena nilai-nilai tertentu (di antara yang baik-baik saja) yang tidak membawa damai di dalam hati karena menindas sesama. Yesus menawarkan keanggotaan dalam kerajaan-Nya yang kekal, dengan nilai-nilai yang dibentuk oleh pengorbanan-Nya di salib.

Pos ini dipublikasikan di Kisah Para Rasul dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kis 16:19-34 “Bergembira karena Kristus yang menyelamatkan” [8 Mei 2016]

  1. Tri berkata:

    Terima kasih pak atas penjelasannya. Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s