Amsal 8:1-13 “Hikmat Membuat Teguh dalam Kebenaran” [22 Mei 2016]

Penggalian Teks

Amsal 8 melanjutkan wacana hikmat sebagai saudara perempuan. Dalam 7:5 dst, lawan dari hikmat ibarat perempuan yang jalang dan asing yang menyesatkan. Pasal 8 menyampaikan seruan hikmat (aa.1, 4–5, 32–36) di tempat-tempat yang ramai (aa.2–3) dengan menyampaikan ciri-ciri hikmat (8:6–31). Aa.6–13 menyampaikan bagaimana semua yang baik didapatkan di dalam hikmat; 8:14–21 menyampaikan berbagai keuntungan dari hikmat (termasuk untuk penguasa dalam bidang politik, 8:15–16); 8:22–31 menyampaikan bahwa Tuhan menciptakan dunia dengan hikmat, dan 8:32–36 menutup penyampaian hikmat dengan seruan untuk mendengarkan hikmat supaya hidup. Intisari dari p.8 ini terdapat dalam bagian tentang penciptaan: karena dunia diciptakan dengan hikmat maka hikmat mencakup semua yang baik, membawa keuntungan, dan membawa hidup.

Dalam aa.4–5, hikmat berseru kepada manusia yang tak berpengalaman sehingga kurang cerdas, dan kepada manusia yang bebal sehingga kurang mengerti. Aa.1–3 mengandaikan bahwa banyak manusia berada dalam kondisi yang buruk itu, sehingga hikmat mencari tempat-tempat yang ramai untuk menyampaikan seruannya. Dalam sisa perikop ini, ada dua bagian yang ditunjuk oleh perintah dengan alasan: aa.6–9 (“dengarlah”), dan aa.10–13 (“terimalah”).

Aa.6 menjanjikan mutu dari perkataan hikmat sebagai alasan pertama untuk mendengar seruan hikmat. A.7 dan a.8 menyampaikan dua perbandingan: hikmat ada pada pihak yang benar (sesuai dengan kenyataan) dan adil (sesuai dengan tatanan sosial yang baik), lawan dari yang fasik, belat-belit, dan serong, yaitu cara-cara yang menipu dan menindas sesama. Bagi yang sudah cerdas dan tahu, hal-hal itu jelas (a.9). Hikmat menawarkan kemampuan untuk hidup dengan “tepat” (a.6b).

Oleh karena itu, seruan berikutnya adalah untuk menerima (atau mengambil) didikan dan pengetahuan yang ditawarkan hikmat itu di atas perak dan emas (10). Alasannya karena hikmat lebih berharga daripada semua hal yang biasanya dianggap berharga oleh manusia (11). Hal itu dilihat karena hikmat adalah satu paket dengan kecerdasan, sehingga pengetahuan dan kebijaksanaan (kemampuan untuk menggunakan pengetahuan itu) ikut serta (12). A.13 mengangkat kembali perbandingan dengan menegaskan bahwa hikmat searah dengan takut akan Tuhan, lawan dari kesombongan, kejahatan, dan kelicikan, yaitu hati yang menganggap diri paling penting sehingga bertindak dan berkata hanya untuk kepentingan diri sendiri.

Tentang Apa dan Untuk Apa?

Dengan penuh hasrat, hikmat mencari-cari orang yang kurang cerdas dan kurang mengerti, supaya mereka menjadi orang yang teguh dalam kebenaran yang berkata jujur dan bertindak dengan tepat. Kita diajak untuk mendengarkan hikmat dan mengejar didikannya supaya kita tidak mudah diseret oleh tipu muslihat kefasikan.

Makna

Hikmat kita adalah Kristus, yang mengajar kita tentang kasih Allah sehingga kita bertumbuh bahkan dalam kesengsaraan (Rom 5:1–11). Kita belajar hikmat di dalam Kristus oleh karena Roh Kudus yang akan memberitakan kepada kita apa yang diterima dari Kristus (Yoh 16:14; Rom 5:5). Hikmat Kristus itu jelas bertentangan dengan kefasikan, kesombongan, dan tipu muslihat. Hikmat itu yang akan memulihkan citra Allah di dalam manusia yang dirusak oleh dosa (bdk. Mazmur 8). Perikop ini adalah bagian dari pengantar untuk kitab Amsal sebagai kumpulan hikmat, tetapi seluruh Alkitab menjadi sumber hikmat dalam berbagai bentuk.

Di dalam jemaat, tidak banyak orang menganggap diri bodoh, tetapi ada yang siap berlaku fasik, sombong, dan berdusta. Lebih banyak tidak berniat buruk, tetapi mereka mudah diseret oleh orang fasik yang terpandang sehingga kehilangan integritasnya. Sebagian lagi menjaga integritas secara pribadi, tetapi belum memiliki kecerdasan yang cukup untuk berpengaruh positif dalam konteks kantor atau masyarakat yang rumit. Perikop ini tidak menawarkan solusi praktis untuk hal-hal itu, tetapi memberitahu kita bahwa di dalam firmah Allah cara hidup seperti Kristus dapat dipelajari.

Pos ini dipublikasikan di Amsal dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s