2 Samuel 11:26-12:15 “Tuhan mengampuni dan mendidik” [12 Jun 2016]

Penggalian Teks

Perikop ini mulai pas setelah titik dosa kedua dalam cerita Daud dan Batsyeba, yaitu bagaimana Daud menyalahgunakan kuasanya sebagai raja untuk mengatur kematian Uria yang berintegritas itu supaya dosa yang pertamanya ditutupi. Dalam a.26 nama Uria dipakai dua kali, setiap kali sebagai orang yang sudah mati, sementara nama Batsyeba tidak dipakai; dia hanya dirujuk sebagai isteri Uria (harfiah: “perempuan”, sama seperti bahasa Toraja baine bisa berarti “isteri”), dan Uria disebut sebagai suaminya dengan dua kata: ish (“laki-laki”, sama seperti bahasa Toraja muane bisa berarti “suami”) dan baal yang berarti “tuan”. Dengan demikian, perkawinan mereka yang terputus oleh ulah Daud diberi penekanan. Namun, muslihat Daud untuk kawin dengan Batsyeba supaya aib dari kehamilannya ditutupi sepertinya berhasil (11:26–27) — andaikan tidak dilihat dan dinilai oleh Tuhan (11:27b).

Kali terakhir Tuhan disebut adalah dalam 10:12 dalam konteks perang. Dalam p.11, Daud bertindak lepas dari kesadaran tentang Tuhan. Tetapi ternyata Tuhan tidak alpa. Dia menunjukkan kedaulatan-Nya atas Daud dengan mengutus nabi Natan. Sebagai warga Israel, Natan ada di bawah kuasa Daud, tetapi sebagai nabi, pesannya memiliki otoritas Allah. Namun, Natan mendekati Daud sebagai orang yang hatinya keras, sebagaimana jelas dari ulahnya. Jadi, Natan tidak langsung menegur Daud, tetapi menyampaikan cerita yang menggambarkan dosa Daud dengan seorang kaya yang merampas satu-satunya ekor anak domba seorang miskin (12:1–4). Sebenarnya, hanya perzinahan Daud yang digambarkan, karena orang miskin itu tidak sampai dibunuh. Baru setelah Daud sudah mengadili orang kaya itu dengan sangat keras (12:5–6), Natan mengungkapkan bahwa Daud adalah orangnya (12:7a). Ada beberapa naskah bahasa Ibrani yang mencantumkan tanda pemisah (semacam alinea ringan) setelah kata-kata itu, pertanda betapa dramatis ucapan itu. Sebenarnya Natan mempertaruhkan nyawanya, mengingat bahwa Daud sudah membuktikan ketegaannya untuk membunuh orang demi menutupi masalah.

Ucapan selanjutnya menunjukkan bagaimana Daud tidak hanya melanggar dua hukum Allah, tetapi juga menghina anugerah Tuhan yang telah membebaskannya dan memberinya rumah dan kerajaan Saul (12:7–9). Hukuman Allah dalam 12:10–12 keras (ternyata terlalu keras untuk penyusun leksionari sehingga 12:11–12 dilewati): taktik Daud untuk menyelesaikan masalah dengan pedang akan merasuki seluruh keturunannya (12:10); hasrat Daud untuk mencemari isteri orang akan muncul dalam anaknya terhadap isteri-isteri Daud sendiri, tetapi di depan umum untuk memaksimalkan penghinaan terhadap Daud (12:11–12). Hal kedua ini digenapi dalam 16:22, tetapi hanya kepada gundik-gundik (dalam 12:11 kata ishah, “perempuan”, dipakai, yang bisa lebih luas dari isteri resmi saja). Kepada Daud sendiri, ternyata, janji Allah tentang keturunannya sudah berlaku: Daud dihukum, tetapi kasih setia Allah tidak ditarik daripadanya seperti ketika Saulus berodsa (7:14–15).

Kisah Natan ternyata berhasil menggerakkan nurani Daud, dan dia mengaku sudah berdosa. Natan menyatakan pengampunan Tuhan (12:13), tetapi ada satu hukuman lagi: anaknya harus mati (12:14). Penggenapannya langsung diceritakan ketika anak itu ditulahi Tuhan (12:15). Untuk kali terakhirnya (kecuali dalam daftar pahlawan dalam 2 Sam 23:39) nama Uria disebutkan untuk merujuk kepada Batsyeba (yang namanya tidak muncul). Kata “bekas” tidak ada dalam bahasa aslinya; maksudnya untuk menyoroti kembali perzinahan Daud itu.

Kemudian Daud berusaha untuk membujuk Tuhan untuk menyelamatkan nyawa anak yang sakit itu dengan puasa dan tangisan, tetapi keputusan Tuhan tetap (12:22–23). Kemudian, dia menghampiri Batsyeba, sekarang sebagai isterinya, dan anak yang lahir itu Salomo, “kekasih Tuhan” (artian julukan Yedija) yang menjadi raja paling berjaya dalam sejarah Israel (12:24–25). Cerita tentang perang yang dimenangkan oleh Daud menunjukkan bahwa memang Tuhan telah mengampuni Daud (12:26–31). Itulah puncak kejayaan Daud; setelah p.12, kekacauan dalam keluarganya yang menjadi cerita utama yang panjang dan memilukan. Sebagai raja, dosa Daud berakibat bagi seluruh rakyat.

Tentang Apa dan Untuk Apa?

Bahkan Daud yang dipilih Allah dan diberi janji yang luar biasa itu gagal menjadi raja teladan. Hal itu menjadi contoh bagaimana Allah mengampuni dosa orang yang bertobat tanpa meniadakan akibat dari dosa itu.

Makna

Dalam leksionari, perikop ini dikaitkan dengan penjelasan awal Paulus tentang pembenaran oleh iman dalam Gal 2:15–21 (yang disejajarkan dengan pengampunan dosa dalam Rom 4:6–8), dan perempuan berdosa yang mengurapi kaki Yesus dalam Luk 7:36–50. Perikop-perikop itu menangkap satu segi dari cerita ini, yaitu bahwa Tuhan mengampuni Daud, dan menunjukkan bahwa dasar untuk pengampunan Allah ialah pengorbanan Kristus (Gal 2:21). Tetapi, perikop ini juga menggambarkan Gal 6:7, “Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”

Di balik kedua aspek itu adalah kesetiaan Allah kepada janji-Nya demi rencana keselamatan. Daud tidak luput dari akibat dari dosanya, tetapi janji Allah kepadanya tidak dibatalkan olehnya. Bahwa dia siap ditegur dan mengakui dosanya berarti relasinya dengan Allah dapat pulih, tetapi andaikan tidak, Allah tidak akan dihalangi untuk mengangkat keturunan untuk menjadi nenek moyang Kristus.

Pola didikan itu dilihat di dalam sejarah Israel, yang tidak ditolak oleh Allah tetapi dihukum terus. Orang kristen yang berdosa dan berbuat fasik mengalami akibatnya. Berkat pengorbanan Kristus, mengaku kepada Allah akan memulihkan hubungan dengan Allah. Tetapi demi kebaikan kita, Allah tetap mendidik kita sebagai anak-anak (Ibr 12:5–11).

====

Pos ini dipublikasikan di 2 Samuel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s