Yesaya 65:1-9 “Keselamatan di tengah umat yang memberontak” [19 Jun 2016]

Penggalian Teks

Perikop kita merupakan awal jawaban Tuhan terhadap doa nabi dalam 63:7–64:12. Pp.65–66 memperbandingkan orang yang setia dengan orang yang tidak setia, orang yang gentar kepada firman Allah (66:2b) dengan orang yang lebih menyukai jalannya sendiri (66:3b). Ada dua akhir yang disampaikan: langit dan bumi yang baru bagi mereka yang setia (65:17), dan kengerian bagi mereka yang memberontak (66:24). Unsur-unsur itu muncul dalam perikop kita. Aa.1–5 menceritakan ulah-ulah Israel yang menjadi seperti asap dalam hidung Allah, dan aa.6–7 menceritakan rencana pembalasan Tuhan kepada mereka. Aa.8–9 menjadi kunci untuk bagian selanjutnya: di tengah umat yang bobrok, tetap ada yang bisa dipakai untuk mencapai tujuan-tujuan Allah.

A.1 memperbandingkan kerelaan Allah untuk menolong, ditemukan oleh, dan hadir dengan bangsa yang tidak bertanya, mencari, atau memanggil. Analisis Allah tentang Israel disampaikan dalam a.2a: Israel memberontak terhadap Allah (sehingga tidak memanggil), menempuh jalan sendiri (sehingga tidak mencari Allah), dan mengikuti rancanangannya sendiri (sehingga tidak menanyakan Allah). Muka (LAI: “mata”) Allah terarah kepada Israel sehingga Dia dibuat sakit hati (3a) dan terganggu (5b). Aa.3b–5a mendaftar ulah Israel: persembahan kepada dewa (3b), mencari petunjuk dari orang mati (tafsiran umum a.4a), makan makanan yang najis (4b), dan mengklaim dirinya sakti ketika melaksanakan ritus (a.5a). Allah bermaksud baik, tetapi manusia mengambil jalan sendiri.

Keputusan Allah dalam aa.6–7 digambarkan sebagai keputusan tertulis, mungkin karena sesuai dengan hukuman kepada bangsa yang memberontak dalam Taurat (misalnya, Ulangan 28), mungkin untuk menegaskan bahwa keputusan itu sudah tetap. Allah mengabulkan permintaan dalam doa nabi supaya Allah tidak tinggal diam (64:12; 65:6a), tetapi Dia akan membalas bukan dosa bangsa-bangsa melainkan dosa Israel sendiri, yang diringkas kembali dalam a.7b. Allah tidak tinggal diam terhadap pemberontakan umat-Nya.

Akhirnya dalam aa.8–9 ada sedikit pengharapan. Dalam doa sebelumnya, nabi memohon pengampunan dengan mengingat Allah bahwa Israel adalah umat-Nya (64:9). Sebelumnya dalam 63:17b, dia sudah mengingatkan Allah bahwa orang Israel adalah hamba-hamba Tuhan dan kepunyaan-Nya. Israel adalah pusat dari janji dan rencana Allah untuk memperbaharui dunia, seperti yang akan digambarkan dalam 65:17 dst. Allah mengaku bahwa masih ada berkat di dalam Israel. Dia berjanji untuk mengeluarkan (LAI: “membangkitkan”) dari umat pilihan-Nya orang-orang yang akan memiliki tanah Yehuda. Perjanjian dengan Israel yang seakan-akan terputus karena dosa Israel akan terwujud. Hanya, tidak semua Israel akan menikmatinya. Sebagian (“tidak … sekaliannya”, a.8b) akan luput dari hukuman Allah supaya janji-Nya terwujud. Kita melihat Allah menghukum karena dosa, dan menyelamatkan karena rencana keselamatan-Nya.

Tentang Apa dan Untuk Apa?

Di tengah umat yang bobrok, tetap ada pengharapan bahwa Allah akan mengangkat orang-orang pilihan-Nya untuk menggenapi janji-Nya dan menjadi berkat. Kita diajak untuk meninggalkan jalan yang memberontak terhadap Allah dan mencari Dia, kemudian menempuh jalan hidup sebagai hamba Tuhan dan pewaris dunia baru.

Makna

Perikop kita adalah salah satu dari banyak contoh yang menggambarkan tesis Paulus bahwa “Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa” (Gal 3:22), sehingga keselamatan datang melalui iman kepada Yesus Kristus (3:22b). Dalam PL, Yesus menyamar di balik simbol hadirat Allah seperti Sion (pokok dalam Yesaya 60–62), sehingga seruan Yesaya untuk percaya bahwa Tuhan mau ditemukan dan akan menyelamatkan umat-Nya adalah seruan akan iman yang sepadan dengan iman kepada Kristus dalam PB. Kekuasaan dosa sebagai kuasa yang mematikan digambarkan secara ekstrim (sehingga lebih jelas) dalam orang yang kerasukan dalam Luk 8:26–39; orang itu dibebaskan oleh kuasa Yesus. Kepada para pemberontak, pengampunan dan pembebasan ditawarkan.

Namun, jika pemberontak menganggap diri benar (Yes 65:2, “mengikuti rancangannya sendiri”), anugerah Allah akan ditolak. Aa.3b–5a menggambarkan umat yang gelisah karena berbagai kuasa gaib dan masa depan yang kabur. Semestinya mereka mencari perlindungan dari Tuhan, dan andaikan demikian, mereka akan memiliki pengharapan yang jelas. Masalahnya bahwa Tuhan juga menuntut jalan hidup yang tidak masuk akal mereka. Oleh karena itu, mereka menolak Injil yang mengumumkan kerelaan Allah untuk ditemukan dan diminta pengarahan dalam kegelisahan hidup itu. Penolakan itu bisa saja terjadi dalam hati dan tindakan, sementara mulut mengaku percaya.

Sekarang, gereja berhadapan dengan makin semaraknya orang kristen yang berani melangkah sesuai rancangannya sendiri secara terus terang. Bagi sebagian pimpinan gereja (majelis, pendeta, pejabat struktural), masalah pokok ialah bahwa jemaat tidak lagi patuh kepada mereka selaku tua-tua masyarakat. Gereja makin kehilangan wibawa, katanya. Tetapi gereja tidak dipanggil untuk berkuasa dalam masyarakat; gereja dipanggil untuk memberitakan Injil. Tugas kita bukan supaya orang patuh terhadap gereja, melainkan supaya orang percaya (dan dengan demikian mereka akan mulai taat kepada Allah). Semaraknya berbagai penyakit sosial menantang kita untuk memperjumpakan orang dengan Kristus yang menawarkan pengampunan dan hidup baru yang jauh lebih mulia daripada pengharapan-pengharapan semu yang mereka andalkan sekarang.

Pos ini dipublikasikan di Yesaya dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Yesaya 65:1-9 “Keselamatan di tengah umat yang memberontak” [19 Jun 2016]

  1. Pdt. Henri Rapi berkata:

    Makasih pak pdt atas bahannya yang sangat mencerahkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s