Lukas 19:1-10 Wujud Nyata Keselamatan [30 Okt 2016]

Penggalian Teks

Dengan tiba di Yerikho (1), Yesus makin dekat Yerusalem, tempat Dia akan mati (18:31–34). Tujuan itu masih misteri bagi murid-murid-Nya, tetapi implikasinya dilihat dalam dua cerita mustahil berikutnya: ada orang buta yang melihat dan mengikuti Yesus (18:35–43), dan ada orang kaya yang berjumpa dengan Yesus dan dimampukan masuk ke dalam Kerajaan Allah (19:1–10; bdk. 18:24, “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah”).

Zakheus, orang kaya itu, adalah kepala pemungut cukai untuk daerah itu. Posisi itu ditender pemerintahan Romawi, dan pembayaran untuk mendapat posisi itu diganti dengan penambahan pajak semau pemungut cukai. Dia dianggap pengkhianat yang memeras masyarakat dengan bekerja sama dengan penjajah. Makanya, orang banyak tidak berminat memberinya kesempatan untuk melihat Yesus (2–3) sehingga dia memanjat pohon ara (4). Mengapa dia begitu bersemangat (“berlarilah ia”) untuk melihat Yesus tidak dijelaskan, dan hal itu berguna: setiap pembaca diberi ruang untuk menempatkan diri dengan Zakheus tetapi dengan motivasi masing-masing untuk berjumpa dengan Yesus.

Barangkali tindakan Zakheus itu menarik perhatian Yesus dan orang banyak, tetapi bahwa Yesus memilih tempatnya untuk istirahat adalah kejutan besar (5). Zakheus menerimanya dengan sukacita (a.6; kemungkinan besar maksudnya bahwa mereka pergi ke rumah Zakheus sebelum a.7), tetapi semua yang lain bingung bahwa Yesus memilih seorang berdosa (a.7; makan bersama di rumah Zakheus adalah tingkat pergaulan di atas bercakap-cakap saja). Kata “semua” menunjukkan bahwa reaksi ini bukan dari musuh Yesus seperti orang Farisi, yang keberatan secara prinsip dengan pergaulan Yesus. “Semua” itu termasuk orang-orang biasa yang sebagian barangkali pernah menjadi korban langsung pemerasannya. Mereka keberatan karena Yesus sepertinya memihak musuh mereka.

Perkataan Zakheus kepada Yesus juga menanggapi keluhan orang banyak (8). Kepada Yesus dia berjanji membagikan setengah dari kekayaannya kepada orang miskin, pertanda bahwa dia melepaskan uang sebagai tujuan hidup. Tetapi dia juga mengaku dosanya secara konkret di hadapan orang banyak, yaitu pemerasan, dan berjanji untuk mengganti rugi orang. Kelipatan empat menunjukkan bahwa Zakheus menganggap pemerasannya sebagai pencurian (bdk. 2 Sam 12:6; Kel 22:1; kalau tidak sengaja, ganti rugi di PL hanya penambahan seperlima, Im 5:16; Bil 5:7). Jadi, pertobatannya di hadapan Yesus tidak lepas dari kebutuhan untuk ganti rugi kepada sesama.

Yesus mengiyakan janji Zakheus dengan pernyataan bahwa keselamatan “terjadi” pada saat dan tempat itu (9). Kata “keselamatan” dipakai dalam nyanyian Zakharia untuk pemenuhan janji Allah bagi Israel (1:71) dan pengampunan dosa (1:77); kata “menyelematkan” dipakai untuk pemulihan tubuh (8:36) dan jiwa (6:9; 9:24), dan sering dikaitkan dengan iman (8:48; 17:19). Keselamatan yang eskatologis berwujud dalam pemulihan orang-orang sekarang; Zakheus menunjukkan pemulihan hati di hadapan Allah dan pemulihan relasi dengan sesama. Keputusan Zakheus menyangkut seisi rumahnya, sehingga mereka termasuk dalam perwujudan keselamatan ini, meskipun dari segi keuangan mereka akan rugi.

A.10 menjelaskan kejutan dari a.5: misi Yesus sebagai Anak Manusia (raja yang manusiawi ala Dan 7:13–14) ialah mencari orang-orang seperti Zakheus supaya keselamatan eskatologis berwujud dalam kehidupan mereka. Tentunya, misi Yesus ini adalah misi Allah (Lukas 15).

Tentang Apa dan Untuk Apa?

Cerita ini menyampaikan bentuk pertobatan yang menjadi wujud keselamatan dalam kehidupan orang yang berjumpa dengan Yesus yang mati untuk dosa kita. Bentuk itu adalah berpaling dari berhala lama (misalnya, uang), mengaku dosa secara konkret, dan menghargai sesama yang selama ini menjadi korban dosa kita.

Makna

Saya menegaskan janji Zakheus tentang ganti rugi karena sering pertobatan diartikan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kepentingan orang yang berdosa sebagai orang berkuasa. Orang-orang berkuasa (kategori itu termasuk pendeta, bukan?) sering merasa bersalah atau tidak tenang, dan siap saja menangis di hadapan Allah seperti pemungut cukai, asal kuasanya tidak diganggu gugat. Tangisan pemungut cukai dalam perumpamaan Yesus dan ganti rugi Zakheus dalam cerita ini saya anggap bukan sebagai alternatif tetapi sebagai saling melengkapi untuk menggambarkan pertobatan.

Kita tidak tahu bagaimana hidup Zakheus selanjutnya. Apakah dia mundur dari pekerjaannya untuk mengikuti Yesus (seperti Matius)? Kalau dia tidak lagi memeras masyarakat sehingga pendapatannya berkurang (bdk. Luk 3:13), apakah dia memaksakan bawahannya juga untuk mengikuti kebijakan itu? Ajaran Yesus untuk melepaskan kuasa dengan menjual segalanya bagi Yesus (12:33; 14:33; 18:22) tidak diikuti Zakheus di sini, atapun di Kisah Para Rasul (misalnya, Barnabas menjual hanya sebagian hartanya, Kis 4:36–37; Lidia tidak menjual rumahnya, Kis 16:15, 40).

Yang jelas, Zakheus tidak lagi membenarkan diri, tidak lagi meremehkan orang biasa, dan dengan sukacita rugi demi sesama. Dia menyebut dosanya, pemerasan, secara tersurat, dan menunjukkan sifatnya sebagai pencurian, bukan, misalnya, sebagai kelemahan karena terbawa budaya “profesi”. Ganti ruginya menghargai korbannya sebagai sesama.

Semua ini terjadi karena Zakheus berjumpa dengan Yesus. Perjumpaan itu membawa pusat baru dalam hidupnya yang memampukan dia untuk tidak lagi membenarkan diri dan meremehkan orang lain. Dalam perumpamaan Yesus, pemungut cukai pergi ke Bait Allah dan dibenarkan di hadapan Allah. Dalam cerita ini, Yesus sendiri adalah hadirat Allah yang membawa pengampunan dosa, berdasarkan persembahan diri-Nya yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Oleh karena itu, kita juga bisa menjadi Yesus sebagai pusat, dan melepaskan kuasa dan hak yang membelenggu kita di hadapan Allah dan sesama.

Pos ini dipublikasikan di Lukas dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s