Hagai 2:1b-10 Allah Memberi Harapan Dan Kepastian [6 Nov 2016]

Penggalian Teks

Kitab Hagai memuat beberapa nubuatan dari nabi Hagai kepada orang-orang Israel yang sudah kembali dari Babel dan tinggal di Yerusalem. Rombongan pertama pulang di bawah pemerintahan Koresy, raja pertama Persia sebagai kekaisaran, kurang lebih 538 SM (Ezra 1). Mereka bisa menetap di Yehuda, sebuah wilayah administratif seperti kabupaten, tetapi tidak mampu menyelesaikan Bait Allah. Hampir dua puluh tahun kemudian, pada tahun 521 SM, Darius menjadi raja ketiga kekaisaran Persia. Melalui nabi Hagai dan nabi Zakharia, Allah menggerakkan bupati Zerubabel dan imam besar Yosua untuk melanjutkan pembangunan Bait Allah itu (Hagai 1; bdk. Ezra 5:1). Akhirnya, mereka berhasil (Ezra 6).

Perikop kita adalah nubuatan kedua, satu bulan setelah bangsa mulai bekerja (bdk. 2:1a dan 2:2). Kembali, bupati dan imam besar yang dialamatkan, tetapi juga “selebihnya dari bangsa itu” (3). Kata “selebihnya” dapat juga diterjemahkan “sisa”, yaitu sisa dari Israel sebagai bangsa yang besar. Dalam a.4, ada sisa lagi (LAI “adakah”!) orang yang tua yang pernah melihat Bait Allah yang pertama yang hancur 66/67 tahun sebelumnya. Bait Allah yang pertama dibangun pada masa kejayaan Salomo dan mungkin saja dikembangkan selanjutnya, sementara yang dibangun di Yehuda sederhana saja. Bait Allah baru mencerminkan kondisi mereka sebagai sisa bangsa saja.

Kemudian Allah menyampaikan penguatan bagi bupati, imam besar, bahkan “segala rakyat negeri” (’am ha’arets) — suatu sebutan seakan-akan mereka sudah menjadi bangsa yang utuh lagi. Ada tiga perintah, “kuatkanlah hatimu”, “bekerjalah”, dan “janganlah takut”. Perintah untuk bekerja tidak ada gunanya kalau hati masih lemah dan takut. Ada beberapa alasan untuk kuat dan tidak takut yang disampaikan. Allah adalah Allah yang berkuasa (Tuhan semesta alam); Dia tetap setia pada janji yang diikat ketika Israel keluar dari Mesir; dan Roh-Nya ada di tengah mereka, paling sedikit dalam kedua nabi yang mendorong pekerjaan itu, tetapi mungkin juga dalam orang-orang yang bekerja sesuai dengan keterampilan mereka (bdk. Kel 31:3).

Firman berikutnya merupakan janji eskatologis (7–10). Allah berjanji bahwa Dia akan menggoncangkan seluruh ciptaan-Nya (7). Seperti biasa, bahasa alam semesta itu merujuk pada gejolak dalam bangsa-bangsa. Melalui penggoncangan, barang indah yang melengket pada bangsa-bangsa akan lepas, dan Allah akan menggunakannya untuk membuat Bait-Nya mega (8). Bait Allah Salomo juga memakai barang-barang indah dari bangsa-bangsa di sekitarnya, tetapi bangsa Yehuda tidak memiliki kuasa dan pengaruh seperti Salomo. Jadi, selaku Pencipta segala sesuatu (9), Allah akan mengatur supaya kemegahan Bait Allah baru bahkan melebihi yang lama itu (10). Lebih lagi, Bait itu akan menjadi saluran damai sejahtera, termasuk berkat yang akan mengalir begitu mereka mulai pembangunan itu (2:20).

Walaupun dikatakan “sedikit waktu lagi”, kitab Ezra dan Nehemia menunjukkan bahwa damai sejahtera tidak menjadi milik orang-orang Yehuda seterusnya, dan juga bahwa janji di akhir kitab Hagai, bahwa Zerubabel itu seperti “cincin meterai” yang dipilih Allah, tidak digenapi dalam Zerubabel sendiri. Makanya, janji-janji itu menjadi bagian dari pengharapan eskatologis yang menantikan tindakan Allah untuk mendatangkan zaman baru. Menurut Paulus, semua janji Allah itu diiyakan dalam Yesus Kristus (2 Kor 1:20). Hal itu diuraikan di bawah.

Tentang Apa dan Untuk Apa?

Allah akan membuat Bait-Nya lebih megah lagi dengan menggoncangkan bangsa-bangsa dan membawa kekayaan mereka ke dalamnya. Hal itu telah Dia lakukan di dalam Kristus, dan sedang Dia lakukan di dalam tubuh Kristus. Kita semestinya membanggakan pertemuan-pertemuan kita sebagai jemaat, yang di dalamnya semua kekayaan bangsa-bangsa terdapat.

Makna

Bait Allah bukan sejajar dengan gedung gereja dalam PB. Tidak ada gedung gereja di PB. Bait Allah adalah Yesus Kristus (Yoh 2:21) dan tubuh-Nya, yakni jemaat (1 Kor 3:16). Jadi, pembangunan Bait Allah dalam Hagai sudah digenapi ketika Kristus bangkit (Yoh 2:19), dan sedang berproses dalam pembangunan jemaat (1 Kor 3:9–10; Ef 2:20–22 serta 4:11–15), yakni, penginjilan ke luar dan ke dalam, menanam dan menyiram seperti Paulus dan Apolos. Pembangunan jemaat yang dibutuhkan di setiap tempat mungkin berbeda-beda, tetapi jelas ada yang beratnya dan pentingnya tidak jauh beda dari tantangan yang dihadapi Israel pada saat itu.

Termasuk di dalamnya ialah bahwa Yesus yang disalibkan itu tidak semarak seperti gedung Bait Allah. Jemaat-jemaat yang berkumpul di rumah-rumah pada zaman Paulus juga tidak ada kesemarakan ketimbang kuil-kuil di kota-kota Yunani. Yang ada ialah Roh Kudus yang hadir di tengah jemaat (1 Kor 3:16). Satu aspek dari kedewasaan iman ialah kekaguman atas hadirat Roh itu meskipun gedung dan persekutuan tidak apa-apa.

Menarik bahwa janji-janji dalam Hag 2:7–10 diangkat secara eksplisit dalam PB. Ibr 12:26 mengutip Hag 2:7a untuk mengatakan bahwa Allah akan menyaring semua yang fana supaya tinggal kerajaan Allah yang tetap. Hal itu diceritakan dalam Why 20:11–21:2, di mana dunia lama “lenyap”, dan Yerusalem baru turun ke atas bumi yang baru. Namun demikian, dalam 21:24b–26 bangsa-bangsa membawa kekayaan mereka kepada Yerusalem baru itu. Sama seperti dalam kitab Hagai, Alkitab tidak berbicara tentang jagad raya secara fisik, tetapi tentang dunia manusia. Bangsa-bangsa akan dihukum (Why 20:12–15), tetapi semua yang baik di dalamnya akan menjadi bagian dari kemuliaan Allah dalam dunia baru.

Jika demikian, upaya untuk menggunakan kekayaan budaya dalam ibadah sekarang adalah tepat. Kematian dan kebangkitan Kristus adalah penggoncangan pertama yang membuka Bait Allah bagi semua bangsa. Gereja yang berada di hampir semua budaya bumi membuat tubuh Kristus jauh lebih megah dari Bait Allah Israel dan semua gedung ibadah yang lain.

Pos ini dipublikasikan di Hagai dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s