Yesaya 65:17-25 “Bertobat dalam pengharapan” [13 Nov 2016]

Penggalian Teks

Yesaya 64 merupakan doa nabi kepada Allah untuk umat-Nya, yang dibalas dalam Yes 65:1–16 bahwa Israel yang tidak mau mendengar, tetapi bahwa Allah akan menyelamatkan “hamba-hamba-Ku” tetapi membinasakan para pemberhala. Perikop kita adalah gambaran tentang berkat yang akan dialami hamba-hamba itu (65:16). Gambaran itu disampaikan sesuai dengan tingkat penyataan Allah pada zaman itu, dan menjadi lebih mulia ketika diambil dalam Wahyu 21 dalam terang karya Yesus.

Janji akan langit dan bumi yang baru belum tentu berarti bahwa jagad raya akan lenyap dan dibuat dari nol kembali; bahawa tentang alam semesta sering dipakai untuk berbicara tentang kondisi manusia. Yang jelas dijanjikan ialah kondisi manusia yang sepenuhnya baru, sehingga kondisi Israel yang tidak hanya susah tetapi juga cemar dan memalukan itu tidak akan diingat lagi (17). Kondisi baru akan disertai dengan kegirangan dari penduduk Yerusalem (18), bahkan dari Allah sendiri (19a).

Aa.19b–25 merincikan kondisi itu. Pertama, duka tidak ada lagi, karena setiap orang mencapai tujuan hidupnya (19b–23). Hal itu dilihat dalam dua aspek: tidak ada mati muda, entah sebagai bayi (sangat sering pada zaman itu) entah sebagai masih muda; malahan umur biasa akan seperti pohon. Kemudian, tidak ada “bersusah-susah dengan percuma”, sebagaimana digambarkan dalam a.21. Ayat itu membalikkan pengalaman perang dan pembuangan di mana rumah dan kebun yang dikerjakan menjadi milik orang lain. Kedua aspek itu disimpulkan dalam “umur suntuk”, atau dalam bahasa aslinya, “hari-harinya penuh”. Kepenuhan itu bukan saja soal kuantitas tetapi juga kualitas: setiap orang akan mencapai semua hal yang semestinya dari kehidupan yang sejati. Hal itu terjadi sebagai umat penerima berkat Tuhan.

Kedua, kondisi baru itu dilihat dalam jarak yang hilang antara Allah dan manusia dalam soal permohonan. Ketiga, bahkan dunia binatang akan mencerminkan kondisi damai yang berlaku “di segenap gunung-Ku yang kudus”. Gambaran itu menjadi dasar untuk seruan untuk bertobat dalam p.66 (66:22).

Tentang Apa dan Untuk Apa?

Perikop ini menyampaikan alasan untuk bertobat dan bertekun dalam pengharapan, pengharapan bahwa setia kepada Tuhan tidaklah sia-sia. Hidup yang kudus adalah masa depan manusia dalam langit dan bumi yang baru. Perikop ini juga memberitahu kita bahwa maksud Tuhan bagi kehidupan adalah bekerja dan menikmati hasilnya, entah dalam bentuk rumah, kebun, ataupun anak-cucu.

Makna

Pada zaman Yesus, ajaran dalam Dan 12:1–3 tentang kebangkitan ke dalam hidup yang kekal sudah menjadi umum dipercaya antara orang-orang Yahudi. Ajaran Yesus bahwa tidak ada pernikahan di dalamnya adalah kesimpulan yang masuk akal, mengingat bahwa perintah untuk memenuhi bumi barangkali sudah digenapi dalam dunia baru. Wahyu 21 mengutip soal langit dan bumi yang baru (21:1), serta tiadanya tangisan lagi (21:4). Janjinya tentang gunung Allah yang kudus, yakni Sion yang diatasnya ada Bait Allah (Yes 65:25), ditingkatkan menjadi visi Yerusalem yang baru dan bebas kecemaran (Why 21:2, 8, 27).

Yang tidak ada dalam Wahyu 21 ialah perbaikan sebab-akibat, yaitu, jaminan bahwa pekerjaan (mendirikan rumah/kebun) akan berhasil dan dinikmati. Perumpamaan seperti perumpamaan tentang talenta memberi petunjuk bahwa tetap akan ada tugas di dalam dunia baru (Mat 25:21, 23), tetapi fokus kitab Wahyu ialah istirahat setelah kesetiaan sampai mati. PB menegaskan bahwa dunia sekarang tidak demikian (Rom 8:18–25), tetapi Yesus berjanji bahwa hasil pekerjaan bagi Kerajaan Allah itu aman di surga (Mat 6:20), dan bagi Paulus, janji kebangkitan adalah jaminan bahwa pekerjaan kita bagi Tuhan tidaklah sia-sia. Pengharapan itu tidak merongrong etos kerja yang baik (2 Tes 3:6).

Pos ini dipublikasikan di Yesaya dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s